Rabu, 12 Agustus 2009

Kisah Teladan

KHUSYUK DALAM SHOLAT

Pada suatu hari, ada seorang sahabat datang kepada Nabi saw. seraya mengadu, "Ya Nabi, saya tidak pernah dapat khusyuk sepenuhnya dalam sholat. seringkali, aku teringat seala urusan kehidupanku."
Nabi saw. menjawab, "Tidak ada orang yang dapat khusyuk sepenuhnya dalam sholat dari awal hingga akhir."
Tiba-tiba Ali Bin Abi Thalib menyanggah, "Saya bisa, ya Rasulullah!"
"Betul?" tanya Nabi.
"Betul," jawab Ali dengan yakin.
"Jika engkau dapat khusyuk dengan sempurna dari awal hingga akhir dalam sholatmu, aku hadiahkan sorban terbaikku untukmu," sabda Nabi.
Ali pun melakukan sholat sunnah dua raka'at. Setelah selesai, ia ditanya oleh Nabi, "Bagaimana? Bisa khusyuk dengan sempurna?"
Ali dengan muka murung menjawab, "Raka'at pertama dan kedua, saya khusyuk sekali hingga duduk tasyahud akhir. Ketika mendekati salam, hati saya berubah, teringat akan janjimu. Jadi rusaklah khusyuk saya."

"Demikianlah dengan yang lain, khusyuk itu diukur oleh Allah sebatas kemampuan manusia. Yang penting, dalam ibadah hendaknya kita mampu seakan-akan melihat Allah. Akan tetapi, jika tidak mampu, asalkan kita ingat bahwa Allah melihat kita, itu sudah memadai," sabda Nabi saw.

Allahu a'lam bish-shawab. Amin.

=======================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar